Bagai Pohon Yang Berbuah (Mazmur 1: 1-6) PDF Cetak Surel

pohonberbuah

"...Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."
(Mazmur 1: 3)

Ada banyak yang harus diperhatikan agar pohon bisa menghasilkan buah seperti yang diharapkan. Diperlukan lahan yang subur, pengetahuan tentang habitat tanaman, pemupukan, penyiangan, dan bahkan pengetahuan yang memadai tentang hama tanaman dan cara mengatasinya. Pohon yang berbuah tentu adalah pohon yang diharapkan oleh penanamnya. Sang Pemazmur mengilustrasikan kehidupan orang benar sebagai pohon yang berbuah. Mengapa orang benar bisa menghasilkan buah sesuai yang diharapkan? Orang-orang benar itu menyadari dan menghindari segala bentuk situasi dan kondisi yang bisa menjadikan mereka tidak berbuah dan akrab dengan  segala situasi dan kondisi yang bisa memampukan mereka berbuah. Orang benar  (Ibrani: tsedeq) adalah orang  yang tidak mau hidup dalam pola pikir dan pola laku  yang sama dengan orang fasik.  Nasihat, jalan dan kumpulan orang fasik dipahami sebagai sumber pola pikir dan pola laku yang harus dihindari oleh orang-orang benar (ayat 1). Tentu ini bukan suatu ajakan yang bermaksud menciptakan sebuah kelompok eksklusif atas kelompok lainnya. Ini adalah suatu ajakan bagi orang-orang benar untuk menolak pola pikir dan pola laku orang fasik menjadi bagian pola pikir dan pola laku kehidupan mereka. Pola pikir dan pola laku orang benar adalah pola pikir dan pola laku yang mencerminkan kecintaannya untuk melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan sesuai firman-Nya (ayat 2). Kehidupan dan kesaksian kita sebagai orang Kristen tentu akan dilihat orang lain dari buah yang kita hasilkan. Kalau buahnya baik, orang lain juga akan mengalami berkat atas kehadiran kita, sebaliknya kalau buahnya busuk, orang lain juga tidak akan mendapatkan berkat atas kehidupan kita. Amin. (Pdt. Agus Hendratmo)
 
Valentine Keluarga Muda PDF Cetak Surel

valentinedaykelmuda

Sejak Forum Keluarga Muda terbentuk pada 27 Mei 2011, hari Sabtu 25 Pebruari merupakan tanggal dimana acara perdana Forum Keluarga Muda diadakan, dalam acara yang berjudul Valentine Keluarga Muda, mengambil setting candlelight dinner, cukup romantis mengingatkan saya pada masa-masa pacaran dulu dan dengan tema "Setiakah Aku Padamu, Sayang...??" cukup pas sebagai bahan ajakan para keluarga muda untuk dapat saling setia, acara ini dipimpin oleh Pendeta Lusindo Tobing dan dimeriahkan oleh Teater Emji dan pemusik spesialis lagu-lagu oldies yang dibawakan oleh Trio Los Boncos. Acara pada hari itu cukup seru dan yah...agak-agak mengharukan dimana ketika pasangan-pasangan saling membagikan harapan dan menceritakan apa yang membuat mereka bisa saling mengasihi, terus terang saja buat saya ini mengejutkan sekali ketika acara ini ternyata bisa menjadi saluran berkat bagi para pasangan-pasangan muda yang hadir dan saya yakin seusai acara ini mereka akan lebih mantap melangkah kedepan menata masa depannya dengan pasangan masing-masing. Acara Valentine Keluarga Muda yang  dimulai tepat waktu pukul 18.30 WIB selesai pada pukul 21.30, padahal awalnya panitia cuma menargetkan acara selesai sekitar pukul 20.00, ternyata di luar dugaan dalam acara ini para pasangan muda dapat menemukan semangat dan rasa yang mungkin sempat terpendam dan terbenam dalam kesibukan rumah tangga baik dalam pekerjaan maupun mengurus anak, mungkin bisa  dikatakan mendapat pencerahan dalam kehidupannya.

Selengkapnya...
 
Ibadah Syukur Komisi Wanita PDF Cetak Surel

ibadahsyukurkw

Untuk mengawali program kerja yang sudah ditetapkan, Komisi Wanita GKJ Nehemia terbiasa melakukan ibadah syukur di awal tahun. Ini sudah menjadi tradisi bagi kami. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 11 Februari 2012 di GSG lantai 4. Dress code adalah warna pink. Waduh, ibu-ibu itu manis-manis sekali. Tidak kalah dengan gadis-gadis remaja. Acara yang semula dijadwalkan pk 15.30 terpaksa molor sampai pk 16.30. Biasa, macet di mana-mana. Bahkan saya pun terpaksa jalan kaki dari Ps. Jumat ke gereja, karena sudah macet sejak dari Ciputat. Kasihan sekali para panitia yang sudah mulai bekerja dari pk 15.00 (ya, ampun! Pelayanan kadang perlu pengorbanan juga ya bu). Ibadah dimulai dengan lagu pembukaan dari KJ 1:1 Haleluya, dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Pdt. Marya Sri Hartati dari GKJ Joglo. Kemudian ada nyanyian jemaat dari PK 7:1 Bersyukurlah Pada Tuhan, dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Kwartet Gloria. Setelah itu nyanyian jemaat Thy Word (firman-Mu), lalu ada persembahan pujian dari tamu, yaitu Komisi Wanita GKJ Eben Haezer, yang juga tidak kalah bagus.
Selengkapnya...